Forum ANIMAC saat ini sedang dalam proses pembaharuan.
Silakan lakukan aktivitas forum seperti biasanya.
Tampilan dan logo sementara masih default phpBB3.

Upaya Alumni STAN

Forum yang ngeBahas semua yang ada di kampus, Gosip, desas-desus, BEM, pokoknya semua yang ada di kampus kita
User avatar
Nara_Sardimaru
Sho-i
Sho-i
Posts: 3879
Joined: Mon Feb 05, 2007 11:56 am
Location: didalam kesendirian yg memberiku begitu banyak kekuatan...
Contact:

Upaya Alumni STAN

Postby Nara_Sardimaru » Wed Mar 31, 2010 6:17 am

copas dari forum intranet yang asalnya juga dari milis alumni stan

===

Rekan2 sekalian,

Dalam Rapat dengan Ibu Menkeu dan Pejabat2 Depkeu lainnya terkait kasus gayus Tambunan, pada hari Minggu, 28 Maret 2010, di Purnawarman 99, beberapa alumni stan yg diluar struktur Pemerintahan diundang hadir.

Dalam pertemuan tsb, Ibu Menkeu malah yg lebih dahulu "menyentil" alumni STAN untuk membuat statement yg bisa menetralisir image atau persepsi yg timbul di masyarakat bahwa alumni stan adalah semacam Gayus Tambunan.

Sentilan Ibu Menteri kemudian disepakati untuk dilaksanakan ....

Memang ada alumni STAN yg keberatan atas rencana membuat semacam balancing atas pemberitaan Gayus Tambunan krn toh perguruan lain juga nggak perduli kalau alumni salah dan bukannya hal ini (balancing pemberitaan) malah membuat nama stan semakin jelek?

Dari ilmu yg saya pelajari baik di marketing ataupun di FISIP-UI dan pengalaman saya sebagai konsultan corporate image atau crisis management, bila tidak berbuat apa2 maka akan membuat stigma negatif yg (telah) terbentuk karena kasus ini akan melekat kuat di pikiran publik yg berbahaya bagi reputasi STAN kedepannya. Karenanya mumpung masih hangat, harus segera dilakukan upaya balancing berita yg ada demi untuk recovery nama baik STAN dalam bentuk pemberian informasi yg positif untuk menyeimbangkan persepsi negatif yg telah terbentuk.

Kembali kepada sentilan Ibu menteri, seusai rapat, tim kecil yg bersifat spontan karena kepedulian yg sama, duduk bersama membahas. Sebelumnya, sebelum meninggalkan ruang rapat, baik Ketua IKANAS, Bang Mulia dan Pak Mardiasmo memberi restu kepada Tim untuk sebaik-baiknya membuat pernyataan alumni tsb ....

Kesimpulan dari rapat dadakan tersebut adalah saya ditugaskan membuat press release yg isinya minimal berdasarkan isi pointer yg dibuatkan Bang Hekinus Manao dan temen2 lainnya. Narasumber dari swasta saja yaitu saya dan mas amien sunaryadi. Saya sendiri sudah menolak untuk dijadikan narasumber karena saya yg bikin, tapi penolakan saya tidak diterima. Statement tsb dibuat dalam bentuk berita.

Draft press release tsb tadi siang sudah disirkulasi ke peserta rapat dadakan tsb dan juga ke Mas Amien sbg narasumbernya, mayoritas kelihatannya setuju dengan sedikit revisi. Bahan berita tsb sdh dikirim ke media senin sore dan nampaknya selasa besok sudah bisa dibaca pada bbrp media ....

Mudah2an isi berita tersebut bisa membalance persepsi publik yg terlanjur negatif ....

Anyway, berita ini pasti tidak memuaskan semua pihak, tapi upaya harus dilakukan, dan itu yg optimal per saat ini yang bisa kita lakukan .... Paling efektif adalah kita masing2 pribadi menjaga integritas dan kepercayaan yg telah diberikan masyarakat dan pemerintah kepada kita. Ini era reformasi, sudah bukan lagi waktunya kita bermain api ....

Berikut ini adalah copas dari berita yang akan terbit selasa pagi .... Btw, berita yg anda baca bisa saja agak berbeda dari yg saya sampaikan karena ada kemungkinan di edit lagi oleh redaksi masing2 media ....

Silahkan di forward ke milis2 angkatan atau jurusan di STAN lainnya untuk diketahui teman2 lainnya .....

Ossy'81 (101/SPA/85)
Last edited by Nara_Sardimaru on Wed Mar 31, 2010 6:23 am, edited 1 time in total.


"...aku adalah serigala penyendiri yang kuat karna kesendirian..."

User avatar
Nara_Sardimaru
Sho-i
Sho-i
Posts: 3879
Joined: Mon Feb 05, 2007 11:56 am
Location: didalam kesendirian yg memberiku begitu banyak kekuatan...
Contact:

Re: Upaya Alumni STAN

Postby Nara_Sardimaru » Wed Mar 31, 2010 6:18 am

PRESS RELEASE



ALUMNI STAN GERAM & DUKUNG TINDAK ALUMNI BERMASALAH



[Jakarta,29/3/10]Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) geram dengan kasus Markus Pajak Gayus Tambunan yang membuat kaget bukan saja publik, tapi juga alumni STAN sendiri. Hal ini diungkapkan Dandossi Matram, pengamat pasar modal, yang juga alumni STAN angkatan 1981.



Dandossi, yang juga Moderator milis alumni STAN, mengungkapkan betapa hangatnya milis-milis alumni STAN membahas dan mencela tindakan Gayus yang mempermalukan kehormatan almamaternya, yang selama ini jadi kebanggaan mereka karena reputasi STAN dikenal baik.



Menurut Dandossi kegeraman alumni STAN sangat besar kepada Gayus, selain geram dengan perilaku tercela Gayus juga kekhawatiran bahwa publik mengeneralisir seluruh alumni STAN seperti Gayus. Padahal ada sekitar 40 ribu alumni STAN tersebar diberbagai instansi Pemerintahan di seluruh Indonesia sampai ke pelosok yang bekerja dengan idealisme serta tingkat kehidupan yang sederhana.



Namun Amien Sunaryadi, mantan Wakil Ketua KPK, yang juga alumni STAN, mengatakan tidak terlalu khawatir dengan image alumni STAN menjadi buruk, karena selama ini alumni STAN juga yang malah menjadi motor dalam membongkar banyak kasus besar di Indonesia. Masyarakat diyakini Amien akan mampu melihat kasus ini sebagai kesalahan Gayus sebagai pribadi, bukan sebagai alumni STAN. Kebetulan saja dia alumni STAN.



Amien menjelaskan alumni STAN sejak dahulu banyak dilibatkan membantu aparat hukum memeriksa kasus-kasus korupsi dan kejahatan keuangan lainnya baik di Kepolisian, Kejaksaan dan KPK. Tenaga pemeriksa atau auditor di BPKP dan BPK juga banyak alumni STAN. Sehingga tidak tertutup kemungkinan alumni STAN menangkap Alumni STAN.



Baik Amien dan Dandossi tidak memungkiri bahwa ada alumni STAN yang kumis dan bermasalah dan merupakan produk gagal dari STAN, tapi jumlahnya diyakini tidak banyak. Dimana dengan sistim yang lebih ketat khususnya di Pajak dan Bea Cukai, yang pembuatannya juga melibatkan alumni STAN, maka ruangan bermain seharusnya sudah semakin dipersempit.



Keduanya sepakat bahwa alumni STAN yang bermasalah harus segera dipecat dari Pemerintahan dan tidak dimaafkan serta dihukum seberat-beratnya. Ini diperlukan untuk memberi efek jera kepada Gayus-Gayus lainnya.



Baik Amien dan Dandossi tidak setuju bahwa reformasi birokrasi dianggap gagal karena kasus ini. Proses reformasi birokrasi adalah suatu proses dan sebuah kebijakan strategis Pemerintah yang harus terus dijalankan untuk seluruh unit pemerintahan. Reformasi birokrasi ini masih terus bergulir dan belum selesai. Menghentikan proses reformasi birokrasi sama saja mengembalikan kondisi lalu yang lebih parah dari pada kondisi saat ini yang sudah semakin tertata baik.



Keduanya juga sepakat bahwa alumni STAN, yang merupakan hasil penjaringan dari murid-murid SMA terbaik di seluruh Indonesia, masih bisa dipercaya dan alumni STAN model Gayus hanya segelintir orang.



Alumni STAN yang telah mencapai 40 ribu alumni saat ini mayoritas tersebar di berbagai unit Pemerintahan, baik di pusat dan daerah. Di KPK sendiri banyak alumni STAN yang bertugas, termasuk Wakil Ketua KPK Haryono Umar. Di swasta sendiri tercatat juga banyak yang berprestasi baik, seperti Helmy Yahya dan Ito Warsito, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia.





Jakarta, 29 Maret 2010


"...aku adalah serigala penyendiri yang kuat karna kesendirian..."

User avatar
Nara_Sardimaru
Sho-i
Sho-i
Posts: 3879
Joined: Mon Feb 05, 2007 11:56 am
Location: didalam kesendirian yg memberiku begitu banyak kekuatan...
Contact:

Re: Upaya Alumni STAN

Postby Nara_Sardimaru » Wed Mar 31, 2010 6:19 am

Rekan-rekan sekalian,

Daripada sekedar bersedih dan berkeluh kesah tentang perilaku teman kita, mungkin ada baiknya kita mulai mencari cara untuk mengurangi kemungkinan pegawai negeri korupsi.

Salah satunya lewat proactive investigation. Jadi, penyelidikan tidak menunggu dan baru dimulai setelah ada pengaduan tetapi lebih bersifat aktif. Diawali dengan mengidentifikasi titik-titik yang mengandung kelemahan dan ada risiko kejahatan, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dan informasi penting, yang kebanyakan bersifat tertutup, diikuti dengan analisis atas data dan informasi tsb. Kalau ada indikasi kejahatan maka penyelidikan bisa dilanjutkan dengan menggunakan teknik-teknik penyelidikan yang mungkin dilakukan sesuai kewenangan.

Melihat kasus GT dan kasus-kasus sejenis lainnya, kemungkinan memang ada yang belum pas di proses pengawasan internal DJP. Fakta bahwa GT punya rumah sangat mewah yang tidak seimbang dengan pendapatan seharusnya menjadi indikasi untuk melakukan penyelidikan karena dia bekerja di unit kerja yang risiko kejahatannya tinggi (keberatan dan banding pajak). Jangan berpikir bahwa

Banyak data dan informasi yang bisa digali untuk kepentingan proactive investigation. Proactive Investigation tidak boleh terpaku kepada data yang berkaitan dengan sisi penerimaan atau aliran masuk hasil kejahatan tetapi juga penyimpanan dan aliran keluar hasil kejahatan tsb, terutama yang berkaitan dengan gaya hidup. Bentuknya mulai dari kepemilikan aset (mobil, rumah, investasi) sampai dengan bentuk-bentuk pengeluaran yang biasa dilakukan (sekolah anak, liburan, olah-raga atau hobi, belanja pribadi dan rumah tangga).

Saya kenal beberapa orang yang punya pengetahuan dan pengalaman di area ini. Selain Pak Amien Sunaryadi, yg bisa dibilang guru besarnya, ada beberapa rekan di KPK dan lembaga lain lulusan STAN yang berkecimpung di bidang ini.

Jadi, selain bikin press release (penting juga, terima kasih atas usahanya) kita bisa mulai memanfaatkan jaringan STAN untuk kebaikan. Setidaknya inilah waktunya untuk mereka-mereka yang baik, yang punya integritas, di DJP atau Kemkeu atau tempat lainnya, untuk bisa tampil di depan dan tidak malah tersudut, tersingkir atau memilih keluar. Mereka yang melakukan kejahatan, lulusan STAN atau bukan, harus mulai takut dan tidak punya ruang untuk berbuat jahat.

Salam

Dwi Hartoyo - keluar dari pemerintahan tahun 1994


"...aku adalah serigala penyendiri yang kuat karna kesendirian..."

User avatar
Nara_Sardimaru
Sho-i
Sho-i
Posts: 3879
Joined: Mon Feb 05, 2007 11:56 am
Location: didalam kesendirian yg memberiku begitu banyak kekuatan...
Contact:

Re: Upaya Alumni STAN

Postby Nara_Sardimaru » Wed Mar 31, 2010 6:21 am

Erry Ryana Harjapamekas - Ketua Timnas TNI Bangga Sama Anak STAN

Saat pelaksanaan Timnas TNI, dimana saya ikut sebagai Anggota Timnas, kita sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa2 STAN yang membantu proses verifikasi berjalan dgn baik ....

Saya tahu sekali betapa Pak Erry sangat memuji anak2 stan di berbagai forum dan laporannya selaku Ketua Timnas ....

Tapi ada satu cerita yg saya tidak tahu, dan saya baru saja dikasih tahu kenapa Pak Erry benar2 bangga sama anak2 STAN. Cerita ini dari pelakunya langsung mungkin bisa dijadikan kisah nyata bagaimana ada sekelompok anak STAN termasuk Direktur STAN yang lebih mempertahankan nama amamater ketimbang dirinya sendiri .... Mungkin terdengar naif, tapi itulah yg terjadi ....

Salut dari saya .... Saya tahu sendiri tidak mudah untuk bisa bersikap seperti itu karena bagi sebagian orang sikap tersebut bisa dibilang lebay, padahal itu sikap yg seharusnya .... Sikap ini bisa lebih bermanfaat kalau bisa menjadi pimpinan. Maka teruslah berkarya untuk bisa menjadi pimpinan, supaya bisa menjadi pimpinan bagi lingkungannya membawa ke kehidupan yg baik ....

Ossy'81 - 101/85

================================================== ==

Bang Ossy masih ingat dg TIMNAS Pengalihan Aktivitas Bisnis (PAB) TNI tahun 2008 dimana Bang Ossy jg ikut di dalamnya?! Bang Ossy mungkin jg sudah mendengar perihal kami mahasiswa utusan STAN tingkat 3 (waktu itu) sebanyak 70 orang dalam TIMNAS mengembalikan gratifikasi dari yayasan TNI dan berbagai uang Dinas Luar (DL) yg di-SPJ-kan secara fiktif.

Pengembalian berdasarkan kesadaran dan kesepakatan bersama 70 orang tersebut. Teknis pengembaliannya dari masukan berbagai pihak termasuk Pak Kusmanadji (Dir STAN). Saya yg waktu itu selaku Koordinator Tim perbantuan dr STAN mengembalikan langsung ke Pak Erry Riyana, beliau sangat bangga dg Mahasiswa STAN dan mencak2 pada para perwira.

Akibatnya sy jadi sasaran tembak para perwira menengah yg ikut dalam tim verifikasi data ke daerah, cacian makian saya terima dalam sebuah ruangan selama 2 jam, beberapa hari sebelumnya jg telah ditekan secara mental. Namun saya tak goyah sedikitpun dan bersikukuh dalam posisi diam, hanya satu kalimat yang terlontar ditengah tegangnya sidang militer itu, "SILAHKAN PERMALUKAN SAYA, NAMUN SAYA TIDAK AKAN PERNAH PERMALUKAN ALMAMATER SAYA."

Saya kuat ditengah ketakutan yg luar biasa bukan karena saya berhati malaikat bukan pula karena saya orang suci, namun karena saya didukung penuh oleh kepercayaan 69 orang tadi tanpa terkecuali, para mahasiswa STAN. Dunia tak pernah tahu kronolgi kejadian ini dan memang kami tidak ingin kejadian ini ketahuan karena berbagai pertimbangan termasuk pengutamaan penyelesaian internal dan asas manfaat secara kesuluruhan buat TIMNAS.

Namun tidak cuma sampai disitu, setelah itu kami dari berbagai spesialisasi termasuk beberpa dr mantan TIMNAS membuat jaringan lintas instansi (BPK-BPKP-DEPKEU) dan lintas angkatan untuk menyikapi masih banyaknya grey area dan celah fraud di seluruh instansi, kami membuat jaringan rekening penampungan uang yg kami anggap tidak halal yg terpaksa kami terima di tiga instansi untuk selanjutnya kami setorkan ke kas negara melaui SSBP (Surat Setoran Bukan Pajak).

Namun karena tidak beraninya teman2 yg bertugas menampung terkait banyaknya uang abu2 yg masuk, akhirnya rekening ditutup dan diserahkan ke pribadi atau subkelompok masing2 (level unit eselon 1 tiap instansi) untuk mengembalikan.

Bayangkan Bang, uang Dinas Luar "LUMPSUM", uang makan, uang honor, dll yg dari segi administrasif sah diterima namun tetap kami kembalikan karena secara substansi kurang pas misalnya numpang nama doang padahal gak berkontribusi. Bahkan walau nilainya Rp 50ribu kami juga kembalikan, apalgi kalo sudah bicara gratifikasi, penggelapan atau yg bernilai milyaran, tak setitik pun hati kami tega melakukan hal tersebut. Sekarang kami menangis dan rasa-rasanya jd tertuduh karena ulah oknum.

Menurut saya pribadi sebenarnya kurang adil jika menyebut almamater. Robert Tantular, Edi Tansil, garong2 politikus dan pejabat, tak satupun disertai penyebutan almamater seperti hebohnya kasus Gayus.

Kalaupun menyinggung almamater, dari curhat banyak teman, mereka terjebak dalam sistem yg membuat mereka terpaksa menerima uang abu2 karena diajarkan/dipaksa/dikondisikan oleh atasan/rekan sejawat yg ternyata bukan alumni STAN. Sekalipun misalnya mentornya ada yg dari STAN tp mereka jg terpaksa melakukannya karena tekanan atasan yg backround pendidikannya bukan pula dari STAN.

Namun sekali lagi, kurang adil rasanya jika almamter dikambinghitamkan. Karena tak ada satupun institusi pendidikan di dunia ini yg mengajarkan alumninya untuk berbuat fraud (Cipinang tidak masuk kategori institusi pendidikan). Ini tak lain kembali ke kata Bang Napi (bukan Bang Ossy), person dan sistem. Pendapat sy, bisa direduksi oleh almamater namun yg paling penting by system control environment di tempat kerja.

Jikalau Bang Ossy ikut rapat lagi bareng Menkeu, tolonglah Bang disampaikan, atau disampaikan secara langsung face to face mengenai kegelisahan kami ini akan lebih baik lagi. Tak usah diingat ketika tekanan dari seluruh kampus pd Menkeu, BEM STAN-lah yg mengirmkan mawar dukungan untuk tetap tegar bekerja dalam kebenaran. Namun ingatlah pentolan2 pegawai ibu yg bersih almamaternya kebanyakan dr STAN.


"...aku adalah serigala penyendiri yang kuat karna kesendirian..."

User avatar
Hulawalabala
Heicho
Heicho
Posts: 1840
Joined: Sat Nov 24, 2007 12:58 pm
Location: Galaksi Nimbus, Planet Astropus
Contact:

Re: Upaya Alumni STAN

Postby Hulawalabala » Sat Apr 03, 2010 3:55 pm

sekarang gw makin males nonton tipi , apalagi kayak tvone ama metro gitu,, jirr males banget liatnya, dikit2 STAN, dikit2 STAN, Gayusnya kemana? trus yang sutradaranya mana? petinggi2 yang ikutan rampok duitnya itu mana? kok gak diselidikin lebih dalem? napa cuma gayus..gayus..gayus...males amett... :x

ya kecenderungan sekarang si memang nantinya alumni stan bakalan meriksa alumni stan yang laen, dan memang hal itu dah terjadi, tapi ya kalo memang ada salah ya ditindak aja lah, tanamkan sifat profesional dong :yay:


:lol: IN ODA WE TRUST :lol:

User avatar
aoi_azzura
Gunsho
Gunsho
Posts: 2396
Joined: Wed Jun 13, 2007 9:19 am
Location: PJMI
Contact:

Re: Upaya Alumni STAN

Postby aoi_azzura » Sat Apr 03, 2010 4:15 pm

ayo swiping deh
sapa yang pake kartu esaiya
ngga usah pake grup dukung grup anti
kelamaan


WE ARE SEELE!!!
Spoiler: show
SEELE-t adalah organisasi rahasia seperti SEELE, yang berupaya mewujudkan Rori instrumentality project. Saking rahasianya, lebih dari SEELE, yang voice only, SEELE-t bahkan text only. Sebagaimana SEELE bermarkas di Tokyo-III, maka SEELE-t bermarkas di Indramayu-III.

User avatar
Ramen Mk-II
Otaku Master
Otaku Master
Posts: 3007
Joined: Thu Feb 15, 2007 1:18 pm
Location: Marble Phantasm

Re: Upaya Alumni STAN

Postby Ramen Mk-II » Sat Apr 03, 2010 4:59 pm

oh, itu kasus TIMNAS itu pas angkatan kita y sar?
pernah denger rasanya, salut gw.... :yay:

@zura : sweeping gimana maksudnya?


selamat tinggal
Image

User avatar
aoi_azzura
Gunsho
Gunsho
Posts: 2396
Joined: Wed Jun 13, 2007 9:19 am
Location: PJMI
Contact:

Re: Upaya Alumni STAN

Postby aoi_azzura » Sat Apr 03, 2010 5:10 pm

Ramen Mk-II wrote:@zura : sweeping gimana maksudnya?

ambil, injek2, bakar :kaede:

tau kan biang kerok pemberitaan tifiwan itu punyanya err sapa tuh yang baru mantu kemaren
terus dia ketua umum partai apa tuh
dan yang punya metropolistifi itu kader partai yang sama

:|


WE ARE SEELE!!!
Spoiler: show
SEELE-t adalah organisasi rahasia seperti SEELE, yang berupaya mewujudkan Rori instrumentality project. Saking rahasianya, lebih dari SEELE, yang voice only, SEELE-t bahkan text only. Sebagaimana SEELE bermarkas di Tokyo-III, maka SEELE-t bermarkas di Indramayu-III.

User avatar
quanza
On Top
Posts: 1219
Joined: Sat Dec 06, 2008 1:30 am
Location: Toku no Sekai
Contact:

Re: Upaya Alumni STAN

Postby quanza » Sun Apr 04, 2010 9:26 am

golka# semua :lol:


I'm lost and utterly defeated. Still, I keep looking for you, just to be sure i still sane.
Image

User avatar
Nara_Sardimaru
Sho-i
Sho-i
Posts: 3879
Joined: Mon Feb 05, 2007 11:56 am
Location: didalam kesendirian yg memberiku begitu banyak kekuatan...
Contact:

Re: Upaya Alumni STAN

Postby Nara_Sardimaru » Sun Apr 04, 2010 11:32 am

@ramen: iya,,, pas kita lagi sibuk2 bikin ktta tuh...

@zura: gara2 dia dibilang pengemplang pajak tuh,,, perusahaan2 dia utang pajaknya diatas 1 T kan... dia juga ga suka ama bu SMI...


"...aku adalah serigala penyendiri yang kuat karna kesendirian..."


Return to “:: About STAN-Campus”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest