Forum ANIMAC saat ini sedang dalam proses pembaharuan.
Silakan lakukan aktivitas forum seperti biasanya.
Tampilan dan logo sementara masih default phpBB3.

Cerita Rakyat Jepang

Buat bahas seputar Jepang, pusat studi Jepang, tempat wisata di Jepang, belajar bahasa Jepang, dll...

Moderator: Culture Researcher

User avatar
skold
Sho-i
Sho-i
Posts: 3836
Joined: Tue Oct 30, 2007 12:41 pm
Location: xxx

Cerita Rakyat Jepang

Postby skold » Mon Dec 14, 2009 8:14 pm

Cerita rakyat Jepang adalah cerita dari folklore lisan yang lahir dan beredar di kalangan rakyat Jepang. Istilah yang digunakan di Jepang dalam literatur yang diterbitkan sesudah zaman Meiji hingga awal zaman Showa adalah minwa, mindan, atau ritan (cerita rakyat), kohi (cerita yang ditulis di batu), densetsu (legenda), dowa (cerita anak), otoginabashi (dongeng fantasi), dan mukashibanashi (cerita zaman dulu), dan sebagainya.

Momotaro
Momotaro adalah cerita rakyat Jepang yang mengisahkan anak laki-laki super kuat bernama Momotaro yang pergi membasmi raksasa. Diberi nama Momotaro karena ia dilahirkan dari dalam buah persik (momo), sedangkan "Taro" adalah nama yang umum bagi laki-laki di Jepang.
[spoiler]Image
Di zaman dulu kala, hiduplah seorang kakek dan nenek yang tidak punya anak. Ketika nenek sedang mencuci di sungai, sebutir buah persik yang besar sekali datang dihanyutkan air dari hulu sungai. Buah persik itu dibawanya pulang ke rumah untuk dimakan bersama kakek. Dipotongnya buah persik itu, tapi dari dalamnya keluar seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Momotaro, dan dibesarkan kakek dan nenek seperti anak sendiri.
Image
Momotaro tumbuh sebagai anak yang kuat dan mengutarakan niatnya untuk membasmi raksasa. Pada waktu itu memang di desa sering muncul para raksasa yang menyusahkan orang-orang desa. Momotaro berangkat membasmi raksasa dengan membawa bekal kue kibidango. Di tengah perjalanan menuju pulau raksasa, Momotaro secara berturut-turut bertemu dengan anjing, monyet, dan burung pegar. Setelah menerima kue dari Momotaro, anjing, monyet, dan burung pegar mau menjadi pengikutnya.
Image
Di pulau raksasa, Momotaro bertarung melawan raksasa dengan dibantu anjing, monyet, dan burung pegar. Momotaro menang dan pulang membawa harta milik raksasa.[/spoiler]


Issun Boshi
Issun Boshi (Biksu Tiga Sentimeter) adalah cerita rakyat Jepang tentang pendekar berukuran tubuh tiga sentimeter. Senjatanya berupa katana dari sebatang jarum, sedangkan perahunya adalah mangkuk dari kayu yang didayung dengan sumpit. Cerita Issun Boshi yang umum dikenal orang berasal dari buku cerita bergambar Otogizoshi.
[spoiler]Image
Pasangan suami istri lanjut usia yang tidak punya anak memohon kepada Sumiyoshi no Kami agar diberi anak. Permintaan mereka dikabulkan, dan lahir seorang anak yang tinggi tubuhnya hanya 1 sun (ukuran panjang yang setara dengan 3 cm). Anak itu ternyata tidak mau besar-besar, dan tingginya tetap 3 cm sehingga diberi nama Issun Boshi yang berarti "biksu satu sun".
Image
Pada suatu hari, Issun Boshi ingin menjadi samurai. Ia pergi ke Kyoto membawa pedangnya berupa sebatang jarum, dan berlayar dengan perahu dari mangkuk kayu yang didayung dengan sebilah sumpit. Di Kyoto, ia diterima bekerja oleh sebuah keluarga yang tinggal di rumah besar dan mewah. Ketika putri dari keluarga tersebut ingin pergi ke kuil, Oni bermaksud menculiknya. Issun Boshi berkelahi dengan Oni untuk melindungi sang putri. Oni menelan tubuh Issun Boshi. Bagian dalam perut Oni ditusuk-tusuk oleh Issun Boshi. Oni yang merasa kesakitan meminta Issun Boshi untuk berhenti menusuk-nusuknya. Oni menyerah dan memuntahkan kembali Issun Boshi.
Image
Oni melarikan diri ke gunung setelah meninggalkan sebuah palu ajaib. Palu itu disebut Uchide no Kozuchi yang bisa mengabulkan permintaan atau mengeluarkan uang bila diayunkan. Issun Boshi menggunakan palu ajaib untuk mengubah tubuhnya menjadi seukuran laki-laki dewasa. Issun Boshi menikahi sang putri dan hidup bahagia selamanya. Mereka berdua bisa mendapat makanan enak dan uang berlimpah hanya dengan mengayunkan palu ajaib.[/spoiler]


Urashima Taro
Urashima Taro adalah legenda Jepang tentang seorang nelayan bernama Urashima Taro. Ia diundang ke Istana Laut (Istana Ryugu) setelah menyelamatkan seekor penyu. Dalam catatan sejarah Provinsi Tango (Tango no kuni fudoki) terdapat cerita berjudul Urashima no ko, tapi menceritakan tentang delapan bidadari yang turun dari langit. Selain itu, kisah Urashima Taro disebut dalam Nihon Shoki dan Man'yoshu. Cerita yang sekarang dikenal orang adalah versi Otogizōshi asal zaman Muromachi. Seperti lazimnya cerita rakyat, berbagai daerah di Jepang masing-masing memiliki cerita versi sendiri tentang Urashima Taro.
[spoiler]Image
Seorang nelayan bernama Urashima Taro menolong seekor penyu yang sedang disiksa sekawanan anak-anak. Sebagai rasa terima kasih telah ditolong, penyu mengajak Taro berkunjung ke Istana Laut.
Image
Dengan menunggang penyu, Taro pergi ke Istana Laut yang ada di dasar laut. Di sana, Taro bertemu putri jelita di Istana Laut yang bernama Putri Oto. Bagaikan mimpi, Taro ditemani Putri Oto selama beberapa hari. Hingga akhirnya Taro ingin pulang. Putri Oto mencegahnya, tapi tahu usahanya akan sia-sia. Putri Oto memberinya sebuah kotak perhiasan (tamatebako), dan berpesan agar kotak tidak dibuka.
Image
Dengan menunggang seekor penyu, Taro tiba kembali di kampung halamannya. Namun semua orang yang dikenalnya sudah tidak ada. Taro merasa heran, lalu membuka kotak hadiah dari Putri Oto. Asap keluar dari dalam kotak, dan seketika Taro berubah menjadi seorang laki-laki yang sangat tua. Menurut perhitungan waktu di dasar samudra, Taro hanya tinggal selama beberapa hari saja. Namun menurut waktu di daratan, Taro pergi selama 700 tahun.[/spoiler]


Periuk Bunbuku
Periuk Bunbuku (periuk teh pembagi keuntungan) adalah legenda asal kota Tatebayashi, Prefektur Gunma yang secara turun temurun dikisahkan sebagai dongeng di Jepang. Tanuki tampil sebagai tokoh utama, bisa berganti wujud dan menipu manusia.
Spoiler: show
Image
Di suatu hari, seorang laki-laki miskin menemukan tanuki di dalam perangkap. Merasa kasihan, binatang itu dilepaskannya. Di malam hari, ia didatangi tanuki yang telah ditolongnya. Sebagai tanda terima kasih, tanuki mengubah diri menjadi periuk agar bisa dijual untuk mendapatkan uang.
Image
Keesokan harinya, periuk itu dijual kepada seorang bhiksu. Tiba di rumah, periuk langsung dipakai untuk memasak air. Setelah api dinyalakan, tanuki kepanasan dan langsung loncat dari perapian. Dalam wujud setengah tanuki setengah periuk, tanuki lari pulang.
Image
Tanuki masih ingin mendapatkan uang lagi dan mengusulkan untuk membuka pertunjukan akrobat. Atraksi berupa periuk (tanuki) yang berjalan di atas tali. Pertunjukan mendatangkan banyak uang dan tanuki pun ikut senang tidak sendirian lagi.


>>>laporan keuangan akihabara 2009

klo mw ngepost, postlah yg berkualitas, atau paling tidak yg bermanfaat

Image

[spoiler]Image[/spoiler]

Spoiler: show
Image

User avatar
skold
Sho-i
Sho-i
Posts: 3836
Joined: Tue Oct 30, 2007 12:41 pm
Location: xxx

Re: Cerita Rakyat Jepang

Postby skold » Mon Dec 14, 2009 8:15 pm

Putri Kaguya
Putri Kaguya (Kisah Putri Kaguya) atau Taketori monogatari (Kisah Pengambil Bambu) adalah cerita rakyat Jepang yang tertua. Kisah seorang anak perempuan yang ditemukan kakek pengambil bambu dari dalam batang bambu yang bercahaya.[spoiler]Image
Di zaman dulu hiduplah seorang kakek bersama istrinya yang juga sudah tua. Kakek bekerja dengan mengambil bambu di hutan. Bambu dibuatnya menjadi berbagai barang, dan orang-orang menyebutnya Kakek Pengambil Bambu. Pada suatu hari, ketika kakek masuk ke hutan bambu, terlihat sebatang bambu yang pangkalnya bercahaya. Kakek merasa heran dan memotong batang bambu tersebut. Keluar dari dalam batang bambu, seorang anak perempuan yang mungil, tingginya cuma sekitar 9 cm tapi manis dan lucu. Anak perempuan tersebut dibawanya pulang dan dibesarkannya seperti anak sendiri. Sejak itu, setiap hari kakek selalu menemukan emas dari dalam batang bambu. Kakek dan nenek menjadi kaya. Dalam 3 bulan, anak perempuan yang dibesarkan tumbuh menjadi seorang putri yang sangat cantik. Kecantikan putri ini sulit ditandingi, begitu cantiknya sehingga perlu diberi nama. Orang-orang menyebutnya Putri Kaguya (Nayotake no kaguya hime).
Image
Berita kecantikan Putri Kaguya tersebar ke seluruh negeri. Pria dari berbagai kalangan, mulai dari bangsawan hingga rakyat biasa, semuanya ingin menikahi Putri Kaguya. Mereka datang berturut-turut ke rumah Putri Kaguya untuk meminangnya, namun terus menerus ditolak oleh Putri Kaguya. Walaupun tahu usaha mereka sia-sia, para pria yang ingin menikahi Putri Kaguya terus bertahan di sekeliling rumah Putri Kaguya. Satu per satu dari mereka akhirnya menyerah, dan tinggal 5 orang pria yang tersisa, yang semuanya pangeran dan pejabat tinggi. Mereka tetap bersikeras ingin menikahi Putri Kaguya, sehingga Kakek Pengambil Bambu membujuk Putri Kaguya, "Perempuan itu menikah dengan laki-laki. Tolong pilihlah dari mereka yang ada." Dijawab Putri Kaguya dengan, "Aku hanya mau menikah dengan pria yang membawakan barang yang aku sebutkan, dan sampaikan ini kepada mereka yang menunggu di luar."
Image
Ketika malam tiba, pesan Putri Kaguya disampaikan kepada kelima pria yang menunggu. Pelamar masing-masing diminta untuk membawakan barang yang mustahil didapat, mangkuk suci Buddha, dahan pohon emas berbuah berkilauan, kulit tikus putih asal kawah gunung berapi, mutiara naga, dan kulit kerang bercahaya milik burung walet. Pelamar pertama kembali membawa mangkuk biasa, pelamar kedua membawa barang palsu buatan pengrajin, dan pelamar ketiga membawa kulit tikus biasa yang mudah terbakar. Semuanya ditolak Putri Kaguya karena tidak membawa barang yang asli. Pelamar keempat menyerah akibat dihantam badai di perjalanan, sedangkan pelamar kelima tewas akibat patah pinggang. Berita kegagalan ini terdengar sampai ke kaisar yang menjadi ingin bertemu dengan Putri Kaguya. Kakek Pengambil Bambu membujuk Putri Kaguya agar mau menikah dengan kaisar, tapi Putri Kaguya tetap menolak dengan berbagai alasan. Putri Kaguya bahkan tidak mau memperlihatkan dirinya di depan kaisar. Kaisar akhirnya memutuskan untuk menyerah setelah saling bertukar puisi dengan Putri Kaguya.
Image
Musim gugur pun tiba. Putri Kaguya menghabiskan malam demi malam dengan memandangi bulan sambil menangis. Kalau ditanya kenapa menangis, Putri Kaguya tidak mau menjawab. Namun ketika bulan 9 tanggal 15 (bulan September) semakin dekat, tangis Putri Kaguya makin menjadi. Putri Kaguya akhirnya mengaku, "Aku bukan manusia bumi, tanggal 15 ini di saat bulan purnama, aku harus kembali ke bulan." Identitas sebenarnya Putri Kaguya disampaikan kepada kaisar. Prajurit-prajurit gagah berani diutus kaisar untuk melindungi Putri Kaguya dari jemputan orang bulan. Malam bulan purnama itu pun tiba, sekitar jam 2 malam, dari langit turun orang-orang bulan. Para prajurit dan Kakek Pengambil Bambu tidak mampu mencegah mereka membawa Putri Kaguya kembali ke bulan. Putri Kaguya adalah penduduk ibu kota bulan yang sedang menjalani hukuman buang ke bumi. Sebagai tanda mata, Putri Kaguya memberikan obat hidup kekal (tidak pernah mati) kepada kaisar. Namun tanpa Putri Kaguya, kaisar tidak merasa perlu hidup selama-lamanya. Diperintahkannya obat tersebut untuk dibakar di Suruga, di atas puncak gunung tertinggi di Jepang. Gunung tersebut kemudian disebut "Fushi no Yama," dan akhirnya disebut "Fujiyama" (Gunung Fuji). Obat yang dibakar di atas gunung kabarnya membuat Gunung Fuji selalu mengeluarkan asap hingga sekarang.[/spoiler]


Gunung Kachi-kachi
Gunung Kachi-kachi adalah cerita rakyat Jepang tentang kelinci yang menghukum tanuki karena perbuatannya membunuh nenek teman kelinci. Kata "kachi-kachi" merupakan onomatope dari bunyi beradunya batu api yang menurut pendengaran orang Jepang berbunyi "kachi-kachi". Cerita versi aslinya dianggap terlalu kejam, sehingga beredar versi cerita yang lebih halus. Akhir cerita juga sering diganti dengan kelinci menolong tanuki yang hampir tenggelam dan hidup rukun bersama-sama.
Spoiler: show
Image
Di zaman dulu hidup sepasang kakek dan nenek. Setiap kali kakek bekerja di ladang, tanuki datang mengganggu dengan bernyanyi-nyanyi. Lirik lagu yang dinyanyikan tanuki berisi kutukan agar panen gagal. Bukan cuma itu, tanuki juga menggali dan memakan bibit ubi yang ditanam kakek di ladang. Kakek sangat marah dan memasang perangkap. Tanuki masuk perangkap, diikat, dan dibawa pulang.
Image

Setelah diletakkan di dapur, kakek kembali ke ladang. Nenek yang menjumpai tanuki di dapur setuju untuk melepasnya, karena sudah dibohongi tanuki yang berjanji membantu membereskan rumah. Setelah terlepas, tanuki malah memukuli nenek dan membunuhnya. Daging si nenek dimasak tanuki menjadi sup. Kepulangan kakek dari ladang disambut tanuki yang sudah berubah wujud menjadi si nenek. Kakek memakan sup yang disuguhkan "nenek" dengan enaknya. Setelah sup habis dimakan, "nenek" kembali berubah wujud menjadi tanuki dan menceritakan segalanya. Sambil tertawa-tawa, tanuki pulang ke gunung.
Image
Kelinci sahabat si kakek mendengar peristiwa ini dan memutuskan untuk membalas dendam. Tanuki kebetulan kenal dengan kelinci dan percaya saja dengan ajakan kelinci untuk mengumpulkan kayu bakar dengan imbalan uang. Setelah ranting kering terkumpul, Tanuki berjalan di muka sambil memanggul ikatan ranting kering. Kelinci mengikuti dari belakang karena ia ingin membakar ranting kering di punggung tanuki. Tanuki bisa mendengar suara "crek-crek" dari dua buah batu api yang dibentur-benturkan kelinci, tapi pandangannya terhalang ranting kering yang sedang dipanggulnya. "Bunyi apa itu 'crek-crek'?" tanya tanuki. Kelinci menjawab, "Oh, itu suara burung Crek-crek dari Gunung Crek-crek yang ada di sebelah sana."
Image
Setelah berhasil membakar punggung tanuki, kelinci menjenguk tanuki yang sedang sakit luka bakar. Tanuki diberi mustard yang menurut kelinci adalah salep obat luka bakar. Mustard yang dioleskan pada luka bakar di punggung tanuki makin membuat tanuki kesakitan. Di akhir cerita, tanuki diajak kelinci pergi memancing di danau. Perahu yang dinaiki kelinci dibuat dari kayu, tapi tanuki diberi perahu yang dibuat dari lumpur. Terkena air, perahu lumpur menjadi lunak dan tenggelam. Tanuki berenang sekuat tenaga ke tepian, tapi dipukuli kelinci dengan dayung dan mati tenggelam.


>>>laporan keuangan akihabara 2009

klo mw ngepost, postlah yg berkualitas, atau paling tidak yg bermanfaat

Image

Spoiler: show
Image


Spoiler: show
Image

User avatar
mblonyox
Gocho
Gocho
Posts: 2104
Joined: Mon Apr 27, 2009 9:13 pm
Contact:

Re: Cerita Rakyat Jepang

Postby mblonyox » Mon Dec 14, 2009 9:51 pm

wew...

sugoi.. lah ini nieh info bagus...

tapi cerita yang terakhir koq sadis banget yah...

STOP S&M!!


Image

User avatar
Harima_Kenji
Otaku Master
Otaku Master
Posts: 2052
Joined: Wed May 09, 2007 3:49 pm
Location: In your Scariest Nightmare
Contact:

Re: Cerita Rakyat Jepang

Postby Harima_Kenji » Tue Dec 15, 2009 8:24 am

nais gan...
NEED MOAR...
:yay:


fafafafa:p
----

User avatar
Volcram
Member Aktif ANIMAC
Member Aktif ANIMAC
Posts: 297
Joined: Thu Sep 23, 2010 7:54 pm

Re: Cerita Rakyat Jepang

Postby Volcram » Sun Jan 02, 2011 11:59 am

Kintaro
Kintaro menceritakan tentang seorang anak yang tinggal di pedalaman gunung yang mempunyai kekuatan yang melebihi manusia biasa (mungkin kalau di Indonesia sama dengan samson). Ia digambarkan sebagai anak laki-laki sehat yang memakai rompi merah bertuliskan aksara kanji 金 (emas). Di tangannya, Kintaro membawa kapak (masakari) yang disandarkan ke bahu. Ia juga kadang-kadang digambarkan sedang menunggang beruang.
Cerita Kintaro dikaitkan dengan perayaan hari anak laki-laki di Jepang. Kintaro dijadikan tema boneka bulan lima (gogatsu ningyō) yang dipajang untuk merayakan Hari Anak-anak. Orang tua yang memajang boneka Kintaro berharap anak laki-lakinya tumbuh sehat, kuat, dan berani seperti Kintaro. Selain itu, Kintaro sering digambarkan menunggang ikan koi pada koinobori.
Cerita Kintaro konon berasal dari kisah masa kecil seorang samurai bernama Sakata Kintoki (坂田公時 atau 坂田金時?) dari zaman Heian. Menurut legenda, ibunya adalah seorang Yama-uba (wanita dari gunung, atau yamamba) yang hamil akibat perbuatan dewa petir Raijin. Kisah lain mengatakan, ibunya melahirkan bayi Kintaro dari hasil hubungannya dengan seekor naga merah.
Spoiler: show
Image
Pada jaman dahulu kala di pegunungan yang sangat jauh bernama Ashigara di Jepang, hiduplah seorang wanita yang mempunya bayi laki-laki. Dia memanggilnya Kintarō, yang berarti Golden Boy. Bahkan saat bayi dia sangat kuat. Mereka tinggal di kaki Gunung Ashigara, jauh dari orang lain. Dia tidak memiliki saudara untuk bermain, oleh karena itulah teman-temannya adalah binatang hutan. Ia bermain dengan mereka setiap hari.
Image
Mereka berlari, melompat dan bergumul dan Kintarō pun semakin hari semakin kuat dan besar. Ibunya membuatnya rompi merah yang memiliki huruf kanji emas di dadanya. Pada awalnya rompi terlalu besar tetapi semakin lama kintaro semakin besar dan rompi itu cukup untuknya. Dengan cepat Kintarō menjadi yang terkuat dari semuanya, dan ia selalu memenangkan kontes gulat melawan teman-teman binatangnya.
Kintarō dan teman-temannya suka naik ke gunung dan mengumpulkan kacang-kacangan untuk makan. Suatu hari, beberapa binatang mengatakan mereka tidak ingin lagi pergi bersamanya. Mereka mengatakan kepada Kintarō bahwa beruang besar di gunung itu menakut-nakuti semua binatang dan mereka terlalu takut untuk pergi ke sana. Kintarō dengan sangat berani mengatakan kepada mereka untuk tidak perlu khawatir. Dia berangkat dengan teman-temannya untuk menemukan dan menghajar beruang hingga membuat gunung aman lagi. Maka naiklah mereka ke gunung itu sampai mereka tiba di tempat beruang. Si beruang mencoba untuk menakut-nakuti Kintarō juga, tapi Kintarō berani menantang dia untuk pertandingan gulat.
Image
Beruang itu tertawa. Dia berpikir Kintarō terlalu kecil untuk mengalahkan dia. Hewan-hewan pindah kembali ke pinggiran karena mereka masih takut kepada beruang, tapi Kintarō berdiri di tetap tempatnya. Ia bergumul dengan beruang sampai beruang itu lelah dan kemudian ia mengangkat beruang itu untuk memperlihatkan kepada semua binatang seberapa kuat dia dan siapa juara gunung sesungguhnya.
Beruang itu menyerah dan Kintarō membuatnya berjanji untuk tidak menakut-nakuti atau melukai binatang hutan lagi. Kintarō dan teman-temannya mengumpulkan beberapa kacang-kacangan dan dengan ramah memberikan beberapa beruang. Kemudian Kintarō pulang ke rumah menaiki punggung beruang bersama semua teman-teman hewan dengan gembira. Sejak saat itu, Kintarō dan para hewan selalu mengajak beruang untuk ikut dalam permainan dan olahraga.
Ketika Kintarō hanya lima tahun, ibunya memberinya kapak untuk dibawa ketika dia pergi ke hutan. Dia tidak pernah menggunakan kapak sebagai senjata, tetapi kapak itu digunakan untuk membantu ibunya memotong kayu bakar untuk di bawa ke rumah setiap hari.
Satu hari Kintarō dan teman-temannya berada di atas gunung ketika badai jahat datang. Mereka bergegas rumah namun mereka menemukan jembatan untuk melewati jurang telah hancur. Kintarō melihat pohon terdekat untuk ditebang dan digunakan sebagai jembatan tapi terlalu pendek. Jadi ia sampai memeluk batang pohon tersebut dan menariknya sampai pohon, akar dan semuanya itu keluar dari tanah.
Image
Pohon tersebut dijatuhkan ke sisi-sisi jurang dan membuat sebuah jembatan yang sempurna dan mereka semua pulang dengan selamat.
lalu terdengar suara dari belakang "benar-benar kekuatan yang menakjubkan!" Kintarō pun menengok ke belakang dan melihat samurai gagah dan beberapa prajuritnya
Image"kekuatanmu sangat menakjubkan!apakah kau mau menjadi prajuritku?" "apakah aku bisa menjadi samurai?" tanya Kintarō. "tentu saja! suatu hari nanti kau akan menjadi samura yang hebat!" jawab si samurai.
Kintarō pulang dan berkata kepada ibunya, "aku juga ingin menjadi samurai." Ibunya pun menjawab, "aku yakin kau akan menjadi samurai yang hebat. sebenarnya ayahmu juga seorang samurai yang sangat kuat. Jangan khawatirkan ibu. Kau boleh pergi." Kintarō pamit kepada ibunya dan teman-teman hewannya sebelum pergi meninggalkan gunung.
Image
"Ibu, terima kasih sudah membesarkan dan merawatku, aku tak akan pernah lupa kebaikanmu, aku pasti akan kembali dan membawamu." setelah Kintarō dewasa, ia menjadi samura yang kuat yang dikenal sebagai Sakata Kintoki dan mengalahkan raksasa yang tinggal di gunung Oe. Ia pun kembali kepada ibunya dan keduanya hidup dengan bahagia


Spoiler: show
Image

yue^^chan
super senior animac
super senior animac
Posts: 132
Joined: Thu Feb 10, 2011 2:38 pm

Re: Cerita Rakyat Jepang

Postby yue^^chan » Tue Mar 22, 2011 10:14 pm

* Sosok hantu Oiwa yang berkimono putih, berkulit pucat kebiruan dan berambut panjang terurai namun sebagian botak, kulit wajah yang melorot, dan matanya yang hendak melompat keluar kini menjadi 'pakem' atau standar sosok hantu di Jepang



* Proses adaptasi naskah Yotsuya Kaidan menjadi film atau drama panggung maupun TV kerap diwarnai dengan kecelakaan misterius, bahkan kematian. Kini sudah menjadi tradisi, bila hendak mementaskannya, para pemeran utama dan sang sutradara harus berziarah ke makam oiwa terlebih dahulu untuk memohon izin.



* Jenazah Oiwa didiga dikubur di bawah pohon besar yang ada di dekat Torii merah kuil Myogyoji, Yotsuya tak jauh dari Tokyo. Tanggal kematiannya tercatat pada 22 Februari 1636. Rumor mengatakan bahwa bila kita berdiri di dekat makam Oiwa dan memohon sungguh-sungguh maka keinginan kita akan terkabul.




Return to “:: Japan Classroom”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest