Forum ANIMAC saat ini sedang dalam proses pembaharuan.
Silakan lakukan aktivitas forum seperti biasanya.
Tampilan dan logo sementara masih default phpBB3.

Tradeoff dalam adaptasi anime

Semua hal tentang Anime dan seluk beluknya ada disini!

Moderator: animod

User avatar
rokushou
Guardian of Verdant Gate
Guardian of Verdant Gate
Posts: 2048
Joined: Fri Sep 24, 2010 7:47 am
Location: hidden behind the shadow of the green leaves, deep below the depth of the blue ocean

Tradeoff dalam adaptasi anime

Postby rokushou » Sun Jan 10, 2016 9:58 am

Pagi ini, ketika browsing facebook (yang akhirnya bisa saya buka), saya lumayan tergelitik ketika melihat ada teman yang berkomentar bahwa adapatasi GATE anime cacat karena tidak menyertakan seluruh adegan dalam manganya. Sebenarnya, apakah memang harus seluruh materi dalam format publishing aslinya (baik manga, light novel, visual novel, maupun game) harus diadaptasi seluruhnya?

Kalau menurut saya sih, nggak juga. Dalam penyajian sebuah materi hiburan bersambung (dalam hal ini anime seri) yang penting adalah koherensi. Cerita yang dibuat di awal harus konsisten dengan plot sepanjang dia tayang dan diakhiri dengan ending yang bisa menjelaskan/menyimpulkan kenapa aksi-aksi beserta keputusan-keputusan dalam tayangan tersebut diambil (dalam hal closed ending), maupun bisa membangun cerita untuk seri yang akan dibuat selanjutnya dengan tetap koheren pada plot sebelumnya (dalam hal open ending/seri bersambung).

Dalam membuat sebuah cerita adaptasi, ada beberapa komponen yang pasti hilang dalam pembuatannya. Setiap media memiliki kekuatannya sendiri-sendiri. Media yang digarap dalam formal novel/light novel/visual novel, memiliki kebebasan untuk menjelaskan tiap adegan secara rinci. Dalam light novel Ore no Seishun Love Come wa Machigatteiru, misalnya. Hachiman digambarkan sebagai karakter yang menanggapi hampir semua hal yang dilemparkan kepadanya lewat sebuah monolog batin. Nah, inilah sebenarnya yang membuat Oregairu spesial. Ya sebenernya yang lucu ya monolog si Hachiman ini, gitu. Dalam animenya, tim produksi tidak bisa sebebas itu menggambarkan monolog Hachiman. Mau bagaimanapun juga, anime itu pasti disajikan dalam format quasi-third person, tidak mungkin disajikan dalam format full-first person. Format media lainnya pun memiliki pesonanya sendiri-sendiri.

Nah, sebenarnya apa sih yang membuat tim produksi memutuskan untuk tidak menampilkan beberapa adegan dalam format media aslinya? Alasannya lumayan banyak,
1. Memelihara pace.
Kadang nih, dalam format light novel, ketika terjadi pertarungan sengit, tiba-tiba tiba sang shujinko flashback ke masa lalu atau bermonolog untuk memutuskan serangan apa yang mau ia lakukan. Yang begini ini dipotong untuk memelihara ketegangan yang mau disampaikan ke para penonton. Salah satu contohnya di Infinite Stratos anime. Ada beberapa info yang disampaikan oleh penulis mengenai Brunhilde (yang menurut saya cukup penting), yang dipotong oleh tim produksi karena akan mengganggu jalannya pertarungan Ichika di ending anime Season 1 nya.

2. Memelihara jam tayang.
Contoh konkritnya nih, ada di adaptasi Sword Art Online. Ketika Arc Alfheim/Fairy Dance, sebelum mencapai Central sebenarnya Kirito dan Leafa melewati satu bagian cerita dulu, yaitu petualangan mereka di Underground, yang mempertemukan Kirito dan Leafa dengan Tonkii dan Excaliber. Nah dari sinilah sebenarnya nama Excaliber bisa muncul di pertarungan Kirito dan Oberan, dan Kirito bisa mendapatkan ObjectID Excaliber untuk kemudian di generate. Nah tipe macam ini yang beresiko memunculkan sedikit "bug" di story, membuat kita mengeryitkan dahi karena ada info yang tidak kita tahu sebelumnya kok tiba-tiba mak crut muncul di cerita. Memang, Underground story ini agak panjang, mungkin kalau dibuat episode bisa habis 1,5-2 episode. Padahal jadwal tayang SAO sudah mentok di 25 episode. Walhasil dipotonglah cerita tersebut untuk memelihara jam tayangnya.

3. Perbedaan pendekatan penyajian antara media asli dan anime.
Ada batasa-batasan tertentu yang tidak bisa diolah pada anime. Penggunaan terlalu banyak sudut pandang orang pertama, misalnya. Hal ini membuat seorang scriptwriter harus mengolah naskahnya sedemikian lupa untuk mengakomodasi bagian-bagian yang mustahil diadaptasi di format quasi-third person. Alhasil cukup banyak materi yang hilang dalam adaptasinya. Adaptasi Mahouka Koukou no Rettousei bisa digunakan sebagai contoh. Di light novelnya, aspek fisika dari penggunakan sihir dijelaskan dengan rinci. Sangat rinci malah, lengkap dengan contoh-contoh dan teori-teori penggunaannya. Di anime, ini tidak bisa dilakukan. Anda mau nonton satu episode yang isinya pelajaran fisika? Saya sih nggak...

4. Memang tidak bisa diadaptasi karena nanti bisa diganyang PTA.
Adegan Tantric ritual di Fate/Stay Night, misalnya. As much as I want to see a threesome between a blonde petit girl, a raven haired beauty and a redhead jock in a deserted shack while being chased by a mad Berserker, that's just not going to happen in a TV-aired program.

5. Sengaja tidak disertakan dalam adaptasinya.
Anda nonton anime Byousoku 5 Senchi (5 Centimeters per Second)? Anda kenal Mizuno Risa? Kalau nggak kenal, saya maklum soalnya beliau cuma muncul selama 1 detik saja. Padahal, Risa adalah salah satu karakter penting dalam kehidupan Takaki Tohno. Risa lah yang membuat Tohno sadar bahwa ia tidak akan bisa lepas dari bayang-bayang Akaridan akan hidup menjomblo terus seumur hidup. Risa jugalah yang menjadi turning point dalam kehidupan Tohno. Nah, kenapa Risa tidak disertakan dalam animenya? Ada beberapa kemungkinan sebabnya. 1. Menjadikan Risa sebagai daya tarik penjualan manga dan light novel. 2. Shinkai Makoto memutuskan bahwa monolog Takaki sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan betapa rusak dirinya. Saya pribadi sih setuju dengan alasan nomor 2nya. Monolog dan visual epilog Byousoku sudah sangat cukup untuk mencabik-cabik hati saya, dan mungkin hati anda-anda sekalian juga.

6. -dan alasan-alasan lainnya yang diputuskan oleh tim produksi.


Nah, menurut saya sih, sebuah anime tidak harus memuat seluruh materi di media aslinya. Yang penting kan bagaimana kita bisa tetap tertarik untuk menonton anime tersebut. Saya yang casualfag ini, nonton ya nonton aja. Jika ada yang menurut saya agak janggal atau tidak sesuai dengan cerita di media aslinya, ya saya anggap saja itu sebagai bonus buat saya. "Haha, saya tahu lebih banyak dari kalian", kira-kira begitu. Tetep, saya akan kultwit mengenai hal-hal tersebut di twitter sih, buat pamer.

Nah, bagaimana dengan teman-teman sekalian? Apakah menurut anda sebuah anime yang tidak memuat semua bagian cerita media aslinya cacat?


"10-verse Aria of Shirou Emiya's Unlimited Blade Works is among the shortest for potentially Strategic-class thaumaturgy invocation that is able to be cast by human. The act of defining the trait of self to invoke the mystery is believed to be the root of this anomaly. It is also theorized that what UBW does is "just" manifesting what's already in Shirou's soul to the realm of Gaia, hence less strain on his Circuits. While projected into the reality plane, UBW makes the Swords that previously is degraded by a rank no longer affected by Gaia's Correction of Wrongness, making it's possible to project 10 Ragnaroks or 10 Surtrs without losing their rank, making it to A+ bordering EX attack to emphasize the meaning of overkill to Shirou's opponent."
- Rokushou's incoherent rambling of Nasuverse #1

User avatar
aoi_azzura
Gunsho
Gunsho
Posts: 2396
Joined: Wed Jun 13, 2007 9:19 am
Location: PJMI
Contact:

Re: Tradeoff dalam adaptasi anime

Postby aoi_azzura » Sun Jan 10, 2016 11:22 am

Menurut saya sih simpel saja.
Anime cuma punya 20 menit x 12 episode untuk siar.
Jadi ya itu tugasnya director.
Memilih adegan mana yang difokuskan, berapa menit, dan beberapa tweak lain seperti kontinyuitas (masih ingat bagaimana episode haruhi suzumiya?)
:)


WE ARE SEELE!!!
Spoiler: show
SEELE-t adalah organisasi rahasia seperti SEELE, yang berupaya mewujudkan Rori instrumentality project. Saking rahasianya, lebih dari SEELE, yang voice only, SEELE-t bahkan text only. Sebagaimana SEELE bermarkas di Tokyo-III, maka SEELE-t bermarkas di Indramayu-III.


Return to “:: Anime”

Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot] and 1 guest